Ini dia cara kerja pencuri di kereta api, tonton videonya

Anda pernah kehilangan barang di kereta api? Bisa jadi para pencuri yang terekam CCTV inilah pelakunya. Ya, sebuah rekaman CCTV pencurian di kereta api jadi viral di media sosial dan grup WhatsApp. Tampak dua penumpang bekerja sama untuk mencuri tas penumpang yang duduk di depannya dan tidur.

Dalam video yang beredar, tampak dua pria yang duduk bersebelahan. Pria pertama yang duduk di dekat jendela terlihat memakai topi dan masker.

Pria kedua tampak merentangkan selimut di gang kereta, saat pria pertama yang bermasker lalu merangkak ke arah kursi di depannya. Penumpang di kursi depan tampak tertidur. Dengan cepat, pria bermasker kemudian mengambil tas milik penumpang yang sedang tidur.

pencurian di kereta api
Viral CCTV Pencurian di KA Saat Penumpang Tidur, Begini CeritanyaFoto: Dok. Screenshot via Twitter @hedwigus

Pejabat Humas PT KAI Daop 5 Purwokerto Ixfan Hendriwintoko menjelaskan video tersebut seharusnya bersifat rahasia, namun entah kenapa bisa beredar. Ia menyatakan peristiwa itu sendiri terjadi sekitar 3 bulan lalu.

“Kejadian sekitar 3 bulan lalu, di kereta api Purwojaya kan beberapa kali kecurian. Otomatis setelah ada laporan dari yang punya barang kepada kami, kita kembangkan. Coba kita lihat detailnya,” ujar Ixvan saat dimintai konfirmasi, Jumat (27/10/2017), seperti dikutip detikcom .

“Setelah itu kita sudah mulai siaga. Ujung-ujungnya pencurinya kepegang satu. Sudah melakukan tindakan percobaan pencurian, akhirnya kepegang kemarin,” jelasnya.

Ixvan menambahkan satu pelaku lain masih dicari. Barang yang dicuri pelaku berupa laptop dan handphone.

“Sejak kejadian itu, sekarang sudah aman tidak ada masalah,” jelas Ixvan.

Kereta yang ditumpangi pelaku dan korban adalah KA 58 Purwojaya relasi Gambir-Cilacap, gerbong EXa 3 TD 7B.

Ini dia video pencurian di kereta api:

 

Dipajang di stasiun

Kepala PT KAI Daop 5 Purwokerto, Dwi Erni Ratnawati, pernah menceritakan soal penangkapan para pencuri itu. Pencuri ditangkap petugas Polsuska di KA Purwojaya. Pelaku bernama Sugeng Bagio (61) nekat mengambil tas milik salah seorang penumpang di kereta tersebut.

Sugeng yang berasal dari Jakarta Timur langsung diamankan petugas Polsuska yang sudah mengintai gerak gerik pelaku usai mengambil sebuah tas milik salah satu penumpang.

Akibat perbuatannya, pelaku sempat dipajang dan harus berdiri di peron Stasiun Purwokerto dengan dipasangi tulisan ‘Saya Pencuri di KA Purwojaya’.

“Pelaku akan diproses hukum,” kata Kepala PT KAI Daop 5 Purwokerto, Dwi Erni Ratnawati pada Agustus 2017 lalu..

Usai ditangkap, saat itu, pelaku langsung diturunkan di Stasiun Purwokerto untuk dimintai keterangan. Dari tangan pelaku ditemukan beberapa barang bukti seperti 3 buah buku yang biasa dimasukkan ke dalam tas korban untuk menggantilan laptop yang dicurinya, KTP bukan atas nama Pelaku 1 buah, SIM bukan milik pelaku, Obeng 2 buah, Micro SD 10 buah di duga dari HP korban yang dicuri karena isinya berbeda-beda.

Selain itu ditemukan juga ajimat yang berisi sisik Penyu, bunga kantil, mata uang kuno yang menurut pelaku buat pengasihan dan biar tidak diketahui kalau mencuri,. Dari tangan Sugeng juga didapati Power bank, HP merk Xiaomi, Buff penutup wajah 2 buah.

“Ada beberapa barang bukti dan identitas berbeda-beda,” ujarnya.

Dwi menceritakan saat kejadian petugas mencurigai pelaku yang sedang mondar-mandir dan melakukan aktivitas yang mencurigakan.

Pelaku yang pura-pura ke toilet keluar langsung menuju tempat duduknya dan dengan cepat mengambil tas penumpang lainnya.

“Kita memang merasa ada hal yang janggal langsung ditindaklanjuti oleh teman-teman awak KA sambil melihat juga cctv di kereta,” ucapnya.

Dia menduga ada kerjasama kelompok dan pelaku tidak sendirian di kereta. Sebab sebelumnya Sugeng juga pernah tertangkap di Stasiun Kroya.

“Orang itu (pernah ditangkap) diaerah Kroya, sepertinya ada semacam jaringan dari pelaku, nanti akan kita gali, karena sampai sekarang belum mengakui,” ujarnya.

Dengan adanya kejadian ini, pihaknya mengimbau kepada para penumpang agar dapat menjaga barang pribadinya masing-masing apalagi di area publik atau tenpat umum karena kejahatan selalu ada di manapun.