Tak Cuma Menikmati, Ketahui juga Efek Sampingnya

Tak Cuma Menikmati, Ketahui juga Efek Sampingnya
Tak Cuma Menikmati, Ketahui juga Efek Sampingnya
Tak Cuma Menikmati, Ketahui juga Efek Sampingnya
Tak Cuma Menikmati, Ketahui juga Efek Sampingnya

Banyak dari kita bergantung pada secangkir kopi di pagi atau sore hari untuk membantu melewati hari. Kopi begitu populer sebagai salah satu menu minuman wajib bagi kebanyakan orang Indonesia termasuk mungkin juga Anda. Namun tahukah Anda efek samping kopi bila dikonsumsi tiap hari? Kafein yang terkandung di dalamnya tidak hanya membuat Anda terjaga namun juga menjadi stimulan sistem saraf pusat yang akan memengaruhi tubuh dengan berbagai cara.

Mengetahui efek samping kafein dalam jangka panjang di tubuh mungkin akan membuat Anda berpikir dua kali untuk minum kopi hingga cangkir keempat setiap harinya. Baca terus artikel ini untuk mempelajari lebih lanjut tentang efek kopi bagi tubuh. Kafein dalam kopi sendiri tidak mempunyai nilai gizi. Bahan ini hampir selalu menyebabkan beberapa gejala. Setidaknya, Anda merasa lebih energik. Tetapi seiring waktu, terlalu banyak kafein dapat menyebabkan gejala sindrom. Menurut Mayo Clinic, aman bagi kebanyakan orang dewasa yang sehat untuk mengonsumsi hingga 400 miligram kafein per hari. Itu setara dengan 4 cangkir per hari.

Saat Anda mengonsumsi kopi dalam jumlah yang sama setiap hari, tubuh Anda akan membentuk toleransi terhadap kafein. Faktor-faktor lain seperti usia, massa tubuh, dan kesehatan secara keseluruhan dapat mempengaruhi toleransi tubuh terhadap kafein. Jika Anda ingin mengurangi jumlah kafein yang Anda konsumsi, sebaiknya kurangi konsumsi kopi secara perlahan. Cek beberapa efek samping kopi pada tubuh yang harus diwaspadai berikut ini :

Tak Cuma Menikmati, Ketahui juga Efek Sampingnya
the-scientist.com

1. Sistem syaraf pusat

Kafein bertindak sebagai stimulan sistem saraf pusat. Ketika senyawa ini mencapai otak, efek yang paling terlihat adalah perasaan selalu waspada. Orang akan merasa lebih segar dan tidak terlalu lelah. Wajar saja dalam beberapa obat yang dijual di pasaran terkandung kafein yang umum dalam mengobati sakit kepala, migrain, hingga anti kantuk. Penelitian juga menemukan bahwa orang yang minum kopi secara teratur memiliki risiko lebih rendah terkena Alzheimer dan demensia, dan mengurangi risiko bunuh diri hingga 45 persen. Manfaat tersebut terbatas pada orang yang minum kopi berkafein tinggi dan bukan kopi tanpa kafein. Sebagian orang menganggap kopi sebagai minuman kesehatan, tetapi seperti kebanyakan makanan, memanjakan diri dengannya pasti akan menimbulkan efek samping. Misalnya, terlalu banyak kafein dapat membuat Anda sakit kepala. Ini terutama terkait dengan efek kafein. Pembuluh darah di otak menjadi terbiasa dengan efek kafein sehingga jika Anda tiba-tiba berhenti mengonsumsi kafein maka akan memicu sakit kepala. Gejala lain dari menghentikan kebiasaan minum kopi secara tiba-tiba meliputi : kegelisahan, lekas marah, mengantuk, pada beberapa orang dapat menyebabkan tremor. Sementara jika seseorang mengalami overdosis kafein karena konsumsi kopi berlebihan bisa saja mengalami : kebingungan, halusinasi, muntah, dan bahkan kematian karena kejang. Overdosis terjadi dengan mengkonsumsi kafein dalam jumlah besar, paling sering dalam minuman energi atau pil diet. Hingga 400 miligram kafein dianggap aman, menurut Mayo Clinic. Itu sama dengan 4 cangkir kopi meskipun jumlah kafein dalam setiap jenis kopi bisa saja sangat bervariasi.

Tak Cuma Menikmati, Ketahui juga Efek Sampingnya
the-scientist.com

2. Sistem pencernaan dan ekskresi

Efek samping kopi yang lain adalah meningkatkan jumlah asam di perut yang dapat menyebabkan sakit maag atau sakit perut. Kafein berlebihan yang masuk pun tidak disimpan di metabolisme tubuh. Bahan tersebut diproses di organ hati dan kemudian keluar melalui urin Inilah sebabnya mengapa orang yang terbiasa minum kopi akan mengalami peningkatan buang air kecil. Jika Anda mengalami masalah perut, seperti mau muntah atau ulcers, tanyakan kepada dokter apakah tidak apa-apa untuk minum kopi.

Tak Cuma Menikmati, Ketahui juga Efek Sampingnya
mariafresa.net

3. Sistem sirkulasi dan pernafasan

Kafein diserap dari perut dan mencapai tingkat tertinggi dalam aliran darah dalam satu atau dua jam. Kafein dalam kopi dapat membuat tekanan darah naik untuk waktu yang singkat. Efek ini diduga disebabkan oleh peningkatan adrenalin atau blok sementara pada hormon yang secara alami berfungsi memperlonggar pembuluh arteri. Pada kebanyakan orang, tidak ada efek jangka panjang pada tekanan darah, tetapi jika Anda memiliki ritme jantung yang tidak teratur, kafein dapat membuat jantung bekerja lebih keras. Jika Anda memiliki tekanan darah tinggi (hipertensi) atau masalah terkait jantung, tanyakan kepada dokter apakah kopi aman untuk dikonsumsi. berlebihan dalam konsumsi kafein dapat menyebabkan detak jantung yang cepat atau tidak teratur dan kesulitan bernapas. Dalam kasus yang jarang terjadi, overdosis kafein dapat menyebabkan kematian karena kejang atau detak jantung yang tidak teratur.

Tak Cuma Menikmati, Ketahui juga Efek Sampingnya
dictio.id

4. Sistem tulang dan otot

Efek samping kafein dalam jumlah besar dapat mengganggu penyerapan dan metabolisme kalsium. Ini dapat berkontribusi pada penipisan tulang (osteoporosis). Jika Anda terlalu banyak mengonsumsi,kopi maka bisa saja memicu otot-otot berkedut. Namun bila menghentikan secara tiba-tiba minum kopi gejala yang dialami mungkin termasuk otot yang pegal-pegal.

Tak Cuma Menikmati, Ketahui juga Efek Sampingnya
brad.erva-doce.info

5. Sistem reproduksi

Kafein mengalir dalam sirkulasi darah dan masuk ke plasenta. Karena kafein adalah senyawa stimulan maka dapat menyebabkan detak jantung dan metabolisme bayi Anda meningkat. Terlalu banyak kafein juga dapat menyebabkan melambatnya pertumbuhan janin dan meningkatkan risiko keguguran. Namun dalam banyak kasus, sedikit kafein masih aman dikonsumsi selama kehamilan. Menurut Mayo Clinic, Anda harus membatasi konsumsi kafein hingga maksimal hanya 200 – 300 miligram per hari jika Anda dalam program untuk hamil. Ada beberapa bukti bahwa kafein dalam jumlah besar dapat mengganggu produksi estrogen dan metabolisme yang diperlukan untuk hamil.